TIMEXNTT – Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya minta jatah di kelompok tani yang menerima bantuan sumur bor untuk pengadaan papan informasi pekerjaan.
Bukan hanya pengadaan papan informasi, pihak dinas juga meminta pengadaan marmer, meskipun tidak tercantum dalam RAB.
Sayangnya, hingga saat ini, papan informasi tersebut tidak terpasang di kelompok tani sejak bulan juli tahun 2024 hingga saat ini.
Untuk diketahui, bantuan sumur bor ini memggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Kusus(DAK) tahun 2024 dengan sistem sewakelola.
Ketua Kelompok Ngindi Ate, Theodorus Bilhelus Reda Lete mengatakan, dirinya sudah menyetor uang Rp7,4 juta atas permintaan salah satu staf pada dinas tersebut. Uang tersebut ia setor pasca pencairan tahap I pada 05 Juli 2024.
“Rp7,4 juta itu Pak Hans yang minta. Saya serahkan di Ibu Elsi Keraf 06 Juli 2024, sebenarnya saya serahkan di Pak Hans, tapi Pak Hans bilang serahkan di Ibu Elsi. Saya minta kuitansi, Ibu Elsi jawab bilang macam tidak percaya saya lagi, macam saya tipu lagi, jadi saya diam saja,” kata Theodorus, Senin(11/08/2025) ketika ditemui dikediamannya.











